annisa nurhalisa/1A-PBS/175231037

PENDAHULUAN

            Banyak langgar dan masjid di Nusantara ini. Ini faktor umat Muslim mayoritas di Indonesia. Banyak berdirinya langgar dan masjid berbagai bentuk dan sejarah unik masing-masing. Kebudayaan di Nusantara pun ikut menyelimuti perkembangan Islam dulu kala. Setiap gang pun banyak berdirinya langgar dan masjid.
            Dari hal itulah saya mengobservasi sebuah langgar. Terkadang di masyarakat, langgar atau mushola ini dipandang hanya sebagai tempat ibadah saja. Takmir langgar ini tidak hanya asal-asalan mengembangkan langgar kecil ini. Walau terdengar kecil dari bangunannya, tetapi langgar ini bagai cabai rawit. Banyak kemajuan yang terjadi walau banyak pula rintangan ini terjadi.
            Dahulu langgar tersebut dibangun di atas tanah seorang non-muslim untuk dibangun sebuah gereja. Tetapi, banyak warga sekitar yang tidak setuju akan rencana itu. Lalu, tanah itu pun dibeli seorang muslim dan diserahkan kepada sebuah yayasan. Disepakatilah tanah tersebut untuk pembangunan langgar. Langgar terebut bernama Al-Ikhwan. Tak disangka langgar ini memiliki kemajuan walau bangunan pun masih tidak seluas langgar  dan masjid lain.


SUB PEMBAHASAN: GEOGRAFIS

            Langgar ini awal berdiri di lingkungan kurag baik. Dahulu pada tahun 90-an marak miras dan perjudian di Kampug Sewu, Jebres, Surakarta. Betapa resahnya warga sekitar. Namun, banyak yang cara yang dilakukan oleh takmir langgar tersebut. Langgar Al-Ikhwan dikelilingi lingkungan padat penduduk. Mayoritas dikelilingi oleh warga muslim. Tetapi, kebetulan depan langgar adalah warga non-muslim. Langgar memiliki lebar 8 meter dan panjang 25 meter. Warna cat, tembok dalam putih dan tembok luarnya biru. Langgar memiliki pintu gerbang terbuat dari kayu berwarna biru tua kombinasi biru muda. Langgar memiliki satu buah kamr mandi. Langgar memiliki 2 tempat wudhu, di dalam dan di luar. Yang di dalam terdapat 4 kran air, yang di luar ada 3 kran air. Tempat wudhu di dalam terdapat hijab (penutup) yakni tembok yang tingginya kurang lebih 50cm yang dilapisi keramik putih. Lantai langgar sudah dikeramik, dan keramiknya berwarna putih. Tembok pun dikeramik tapi setengah saja. Di ujung kramik tembok terdapat kaligrafi “الله” .  Langgar memiliki ruang khusus gudang sebanyak 3 buah. Isi gudang terdapat peralatan masjid seperti sapu, pel, tikar, karpet, dan banyak lagi. Di langgar tersebut memiliki 3 buah lemari. Ada salah satu lemari yang berisi piala sebanyak 22 buah. Piala terbanyak sumbangan dari hasil lomba adek-adek TPA di situ. Ada lemari yang berisi mukena. Di lemari satunya terdapat beberapa buku, juz amma, dan Al-Quran.
Di dalam langgar terdapat karpet untuk sholat jama’ah laki-laki dan terdapat tikar untuk jama’ah perempuan. Pembatas antara jama’ah laki-laki dan perempuan adalah tembok yang ditengah nya terdapat besi yang dibentuk unik. Langgar memiliki sebuah LCD, yang biasa digunakan untuk kegiatan langgar. Di langgar terdapat papan yang khusus untuk menempelkan pengumuman kajian atau buletin islami. Di langgar terdapat microfon yang digunakan untuk adzan, microfon untuk imam. Langgar memiliki speaker di dalamnya banyak 2 buah di pojok atas. Terdapat toa untuk mengeluarkan suara. Toa ini bisa digunakan untuk adzan maupun memberi pengumuman ada TPA dan Taklim anak-anak. Langgar memiliki speaker besar yang bisa dibawa jika ada kegiatan taklim di rumah salah satu santri. Di dalam langgar ini, imam sholat diberi ruang kecil untuk memimpin shola jama’ah. Terdapat sebuah mimbar untuk menyampaikan khutbah.

SUB PEMBAHASAN: KEUNIKAN

            Walau keterbatasan yang ada, langgar ini membantu perkembang dan membantu mengembangkan masjid laiinya yang ada di kampung sewu. Padahal dahulu, tanah yang akan dibangun gereja, bangkitlah langgar kecil cabe rawit. Remajanya pun memiliki semangat juang dakwah yang lebih daripada masa muda kini. Remajanya pun memiliki pemikiran ‘out of the box’. Padahal di lingkungan yang keras itu, mereka mampu bertahan, bahkan berkembang pesat. Mereka benar-benar berpacu dalam Qur’an dan As-Sunnah, walau banyak warga sekitar memiliki aliran yakni NU dan MTA. TPQ nya pun berkembang dan memiliki prestasi dan banyak piala yang dipajang


REFLEKSI


            Jika dibandingkan dengan masjid lain, langgar Al-Ikhwan mampu berkembang mengikuti zaman dan semakin berkembang melejit. Bukti dari program takmir, TPA, dan remajanya yang mampu berkreasi inovatif demi mengembangkan langgar; walau langgarnya kecil.

Komentar