Metodologi Studi Islam
Nama: Annisa Nurhalisa
NIM: 175231037
Fakultas/Jurusan: FEBI-Perbankan Syariah (2A)
Judul Buku : Memahami Metodologi Studi Islam
Penulis : Khoiriyah, M.Ag
Penerbit : Teras
Tahun Terbit : 2013
Kota Penerbit : Yogyakarta
NIM: 175231037
Fakultas/Jurusan: FEBI-Perbankan Syariah (2A)
Judul Buku : Memahami Metodologi Studi Islam
Penulis : Khoiriyah, M.Ag
Penerbit : Teras
Tahun Terbit : 2013
Kota Penerbit : Yogyakarta
Di
Indonesia, banyak pengajian yang bersifat keTuhanan saja, hanya membahas
amal-amal yang bersenter pada satu mahzab, lalu mahzab lain tidak gubris.
Tempat nya biasa ada di majlis taklim, kampung, RT, sekolah. Pengajian ini pula
tak sedikit bersifat eksklusif dan ada yang radikal. Namun, sedikit sekali
orang yang mengkaji akan Islam. Tentu berbeda pengajian dengan pengkajian.
Pengkajian biasanya lebih bersifat empiris. Pengkajian bermaksud meluaskan
wawasan kita. Jika wawasan luas, maka terbukalah pikiran kita. Pengkajian pun
diajarkan dalam Perguruan Tinggi Islam bahkan dimasukkan dalam mata kuliah.
Pengkajian memiliki dampak postif jika dipelajari, yakni wawasan lebih luas,
tidak memandang sebelah mata dengan mahzab lain, terhindarnya sifat eksklusif.
Berbicara
tentang pengkajian, maka berhubungan dengan metodologi Studi Islam. Lalu, apa
itu Metodologi Studi Islam? Metodologi Studi Islam adalah ilmu yang mengkaji
tentang sesuatu hal berkaitan dengan Islam melalui pendekatan metode ilmiah,
baik dari sejarahnya sampai praktek dalam kehidupan masyarakat. Metodologi
sendiri berarti ilmu yang mengkaji dengan metode. Studi adalah pembelajaran
atau belajar. Islam adalah agama yang berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah. Itu
pengertian secara istilah. Lebih tepatnya istilah saya sendiri. Banyak tujuan
memperlajari Metodologi Studi Islam. Tetapi akan sedikit mengulas problematika
umat Islam jaman now. Umat Islam
sekarang lebih memandang agama Islam itu sempit, hanya berputar hal fiqih.
Islam hanya membahas sholat, puasa, zakat, dan banyak lagi. Umat Islam sekarang
lebih tertutup dan tidak mau menerima berbagai mahzab dari “golongan” lain.
Umat Islam sekarang banyak yang menganut satu mahzab yang disampaikan satu
ustadz itu. Nah, dari sini lah banyak tujuan dan pembelajaran dari Metodologi
Studi Islam.
Metologi
Study Islam mengharapkan umat Islam lebih bijaksana dan universal. Umat Islam
menjadi lebih toleransi. Umat Islam lebih bersungguh-sungguh dalam melaksanakan
ibadah dan menyebarkan agama Islam.
Objek
kajian Metodologi Studi Islam adalah tentang Islam dari perkataan kyai sampai
pada praktik-praktik dalam kehidupan masyarakat. Dan Islam dijuruskan ke dalam
segala aspek. Objek Metodologi Studi Islam pun adalah sikap yang di
Sejarah
Perkembangan Metodologi Studi Islam ada 3 yakni studi Islam di Dunia Islam,
studi Islam di Dunia barat, studi Islam di Indonesia. Studi Islam di Dunia
Islam sendiri terdapat tradisi pendidikan secara historis dikenal: Masjid Jami’,
Kuttab, Madaresse, dan Al-Jami’ah.
Lalu, studi islam di dunia barat ini kisahnya: Dimulai pada Zaman Renaisance
pada raja Frederick Sicillia, lalu muncul perguruan tinggi di Eropa, namun
banyak penyimpangan dan lalu muncul pemurnian ajaran. Studi Islam di Indonesia,
yakni Pendidikan di Indonesia ada sekolah umum dan lembaga khusus agama Islam.
Lembaga khusus agama Islam ada dua, formal dan non-formal. Lembaga khusus agama
formal seperti Madrsah Ibtidaiyah, Madrasah Tsananwiyah, Madsrasah Aliyah,
sampai Perguruan Tinggi Islam, seperti UIN. Lembaga yang non formal, seperti
Taman Pendidikan Al-Qur’an, Majelis Taklim, Pesatren (dalam tradisional), dan
banyak lagi.
A. Pesantren
Adalah tempat di mana
tidak hanya diberi pengajaran agama, namun pendidikan karakter dan emosi pun
dilatih. Pesantren adalah temapt di mana santri tinggal bersama beberapa kyai
ada yang tinggal. Di pesantren pun juga ada pembelajaran ilmu umum, seperti di
madrasah. Namun bedanya, santri harus tinggal di asrama dan di dalamnya diberi
ilmu agama juga.
B. Madrasah
Menurut bahasa, madrasah
adalah sekolah. Jadi madrasah adalah tempat sekolah yang berbasis Islam. Dari
madrasah lah, pesntren dapat muncul. Dulu departemen agama , ingin madrasah
menjadi 100% pembelajaran agama, agar menjadi pembeda dari sekolah umum. Namun,
entah bagaimana itu tidak terwujud. Sekarang madrasah telah bekembang menjadi
persekolahan, tetapi tetap ada pembelajara fiqih, akidah, akhlak, Al-Qur’an,
Bahasa Arab, dan lainnya.
C. Perguruan
Tinggi
Di Indonesia tidak hanya ada
Perguruan Tinggi Negeri saja, namun telah muncul Perguruan Tinggi Negeri Islam
di bawah Kementrian Agama. Perguruan Tinggi tersebut wujud kelanjutan dari
Madrasah dan Pesantren. Banyak perguruan tinggi Islam di Indonesia, seperti
STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri), IAIN (Institut Agama Islam Negeri) ,
dan UIN (Universitas Islam Negeri). Sekarang tidak sedikit pula yang berminat
masuk ke peguruan tinggi tersebut.
Di
dalam Islam sekarang, banyak isu-isu kontemporer. Isu ini muncul karena realita
agama Islam banyak akan cara pandang. Bahkan ada yang menyempitkan agama Islam.
Banyak pula mahzab yang muncul, sehingga banyak lembaga keagamaan bangkit,
seperti Ikhwanul Muslimin, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, Salaf, dan
banyak lagi. Berikut aliran-aliran pemikiran Islam modern:
1. Wahabi
(Saudia Arab)
2. Ikhwanul
Muslimin dan Pan Islamisme (Mesir)
3. Muhammadiyah
(Indonesia)
4. Nahdlatul
Ulama (Indonesia)
Di
Indonesia, masih jamak akan budaya. Ada pluralisme yang muncul. Islam adalah
agama yang terbuka dan mengajak kepada siapa pun, nah itu yang disebut
pluralisme. Multikulturalisme pun muncul karena budaya Indonesia yang kaya.
Sikap toleran lah yang perlu ditanamkan.
Demokrasi
di dalam Islam telah menjadi kajian baru bagi paracendekiawan Muslim, dan
tantangan baru. Berbicara gendre juga, di dalam Islam bahwa laki-laki dan
perempuan memiliki kesetaraan yang sama dalam iman dan ibadah. Sebelum Islam
muncul, perempuan dianggap lemah dan tidak ada gunanya. Maka dari itu, Islam
dating dan menyelamatkan derajat perempuan. Di dalam Islam, perempuan juga di
jaga, dihormati. Buktinya, para muslimah diperinthkan oleh Allah SWT untuk
menutup aurat, memakai khimar hingga menutup dada. Itu adalah tand bukti pula
bahwa perempuan sangatlah dijaga di dalam Islam.
Fundamentalisme
adalah rasa tunduk terhadap satu pemuka agama. Sifat atau pemikiran ini
memunculkan tindakan seseorang menjadi ektrim, militant, radikal, dan lain
sebagainya. Secara otomatis, orang yang menganut ini bermahzab kan satu arah
dan menolak mahzab lain. Merasa dirinya lah yang paling benar
Ada pula radiklaisme. Apa itu Radikalisme?
Radikalisme adalah pemikiran untuk menolak suatu tatanan (negara). Radikalisme
bisa sangkut pautkan dengan fundamentalisme, walau keduanya berbeda.
Radikalisme pun hukumnya sangat keras dan mengacu pada satu mahzab saja.
Dan tak terlewat, liberalism. Apa itu
Liberalisme? Jika kita mendengar kata tersebut, dalam otak kita langsung
terbayang dunia Barat. Di dalam Islam, ada pemikiran Islam Liberal. Jadi,
liberalism adalah cara berpikir secara bebas. Namun bila Islam Liberal
memberikan penganutnya untuk memberi wawasan yang bebas. Bebasnya tetap
berlandaskan Al-Qur’an dan Hadist.

Komentar
Posting Komentar